Senin, 10 Maret 2014

Makalah Agama


MAKALAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

IMAN KEPADA MALAIKAT


Disusun oleh:

1. Emi Ivana Novia              8. Mufidatu Zuhriyana
2. Nina Christiani                        9. Miftahul Jannah
3. Mega Anggraini               10. M. Sandi Arifin
4. Nadya Putri Apriani         11. Afif Hidayat
5. Rohma Dwi Ningtyas        12. Chandra Bagus Tri W.
6. Isna Lutfiatun Nisaq         13. Doni Eka Rieswanda
7. Atris Kurniawati
Kelas: XB

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG
DINAS PENDIDIKAN
UPTD SMA NEGERI 1 NGUNUT
TULUNGAGUNG
2013/2014
KATA PENGANTAR
           

Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas bimbingan dan petunjuk serta kemudahan yang diberikan oleh-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Pendidikan Agama Islam yang berjudul Iman Kepada Malaikat ini dengan baik dan lancar tanpa ada hambatan yang berarti.
            Kami menyusun makalah ini untuk memenuhi tugas dari guru Pendidikan Agama Islam, sekaligus sebagai praktek penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari berbagai sumber tentang keimanan kepada malaikat dan telah sesuai dengan materi yang diajarkan.
            Dengan terselesainya makalah ini, kami tak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini. Semoga bantuan serta bimbingan yang diberikan kepada kami mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT.
            Kami sangat menyadari akan segala kekurangan dalam penulisan makalah ini disebabkan keterbatasan kemampuan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik maupun saran yang bersifat membangun. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pada khususnya, dan bagi pembaca pada umumnya.


Ngunut, 25 Januari 2014


                                                                                                            Penyusun
DAFTAR ISI


Kata Pengantar           .........................................................................................................   2
Daftar Isi         .....................................................................................................................   3
Isi:       .................................................................................................................................
A.    Pengertian Iman Kepada Malaikat           .........................................................   4
B.     Tanda-tanda beriman kepada malaikat     .........................................................   4
C.     Contoh-contoh perilaku beriman kepada malaikat           .................................   6
D.    Penerapan iman pada malaikat dalam sikap dan perilaku .....................   7
Kesimpulan     .....................................................................................................................   9
Penutup           ..................................................................................................................... 10
Daftar Pustaka                        ......................................................................................................... 11


A. PENGERTIAN IMAN KEPADA MALAIKAT
Iman kepada malaikat artinya percaya bahwa malaikat adalah makhluk gaib, yang asal kejadiannya dari nur (cahaya). Mereka memiliki akal dan tidak mempunyai nafsu. Karena itu, mereka senantiasa patuh kepada allah SWT serta tidak pernah mendurkai-Nya.
            Hukum beriman kepada adanya malaikat adalah fardu ’ain. Seorang yang mengaku baragama Islam (Muslim/Muslimah) jika tidak percaya adanya malaikat, dapat dianggap murtad (keluar dari agama Islam). Perintah untuk beriman kepada malaikat terdapat dalam kitab suci Al-Quran, maupun dalam Hadist Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah, 2: 285: yang artinya: “Segala mereka yang beriman, semuanya beriman kepada Allah dan malaikat-Nya.
            Jumlah para malaikat tidak terhingga banyaknya dan hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Dalam Al-Qur’an dinyatakan “Dan tidak ada yang mengetahui tentara (malaikat) Tuhanmu, melainkan Dia sendiri.“ (Q.S. Al Muddassir, 74: 31).


B. TANDA-TANDA BERIMAN KEPADA MALAIKAT
Tanda-tanda beriman kepada malaikat ada yang berupa sikap mental yakni pikiran dan perasaan serta adapula yang berupa sikap lahir yaitu ucapan dan perbuatan.
      Tanda-tanda beriman yang berupa sikap mental itu bersifat abstrak (gaib), tidak dapat diketahui dengan panca indra dan yang mengetahuinya hanyalah individu itu sendiri dan allah SWT, Tuhan yang maha mengetahui segala yang gaib dan yang nyata (syahadah).
      Mengacu kepada ajaran-ajaran allah SWT yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadist, tanda-tanda beriman kepada malaikat yang berupa sikap mental itu seperti :
à   Mempercayai atau meyakini dalam hati bahwa malaikat adalah makhluk gaib yang lebih dulu diciptakan Allah SWT daripada manusia dan yang asal kejadiannya dari nur atau cahaya.
Tempat tinggal tetap para malaikat adalah di langit, dan dalam rangka
melaksanakan perintah Allah SWT, setiap saat mereka turun ke bumi.
à   Mempercayai atau meyakini dalam hati bahwa para malaikat bersifat, seperti bertubuh halus (gaib) tidak dapat dilihat oleh manusia biasa; senantiasa mentaati perintah Allah SWT dan tidak pernah mendurhakai-Nya; tidak berjenis laki-laki maupun wanita; tdak memiliki hawa nafsu dan tidak beranak atau diperanakkan; tidak membutuhkan makanan dan segala apa yang berupa materi; para malaikat tidak akan mengalami kematian sebelum datangnya Hari Kiamat; para malaikat hanya bisa mengerjakan apa yang diperintah Allah SWT, tidak memiliki inisiatif untuk berbuat lain; dan para malaikat itu diciptakan Allah untuk tugas-tugas tertentu.
à   Mempercayai atau meyakini dalam hati bahwa tugas para malaikat itu bermacam-macam, ada yang berkaitan dengan alam rohani dan ada pula yang berhubungan dengan alam dunia, khususnya umat manusia.

Para malaikat yang tugasnya berhubungan dengan alam dunia atau umat manusia, seperti:
1.      Malaikat Jibril, yang bernama Ruhul Amin (ruh yang terpercaya). Ruhul Qudus (ruh yang suci), dan Namus bertugas menyampaikan wahyu (firman atau petunjuk Allah SWT) pada para nabi atau rasul, dari semenjak rasul pertama Nabi Adam AS sampai dengan rasul terakhir Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian tugas Malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada para nabi atau rasul berakhir, setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW sebagai Khatamul Anbiya’i Wal Mursalin (penutup para nabi dan para rasul).
2.      Malaikat Mikail bertugas membagi rezeki kepada seluruh makhluk, seperti: makanan, minuman, dan menurunkan hujan.
3.      Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk hidup, seperti: manusia, hewan, jin, setan, dan juga bangsa malaikat, jika sudah tiba saatnya.
4.      Malaikat Israfil bertugas sebagai peniup sangkakala, jika Hari Kiamat telah tiba saatnya.
5.      Malaikat Raqib bertugas mencatat segala sikap, tutur kata, dan perbuatan manusia yang baik.
6.      Malaikat Atid bertugas mencatat segala sikap, tutur kata, dan perbuatan manusia yang jahat.
7.      Malaikat Munkar bertugas memberikan pertanyaan-pertanyaan pada setiap manusia yang hidup di alam kubur.
8.      Malaikat Nakir bertugas sama dengan Malaikat Munkar.
9.      Malaikat Malik bertugas sebagai penjaga neraka.
10.  Malaikat Ridwan bertugas sebagai penjaga surga.
à   Tanda lainnya dari beriman kepada malaikat yang berupa sikap mental ialah mempercayai dan menyadari bahwa orang-orang beriman dan beramal saleh itu kedudukannya lebih tinggi daripada para malaikat. Hal ini disebabkan antara lain karena ilmu manusia lebih tinggi daripada malaikat. Ini terbukti tatkala Allah SWT menyuruh malaikat untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang benda-benda tertentu, ternyata malaikat tidak dapat menjawabnya, tetapi apabila suruhan itu ditujukan kepada Adam AS (manusia), ternyata Adam AS dapat menjawabnya dengan benar dan tepat. Selain itu Allah SWT menyuruh malaikat untuk memberi hormat kepada Adam AS.
Mengenai tanda-tanda beriman kepada malaikat yang berupa sikap lahir,
yaitu ucapan dan perbuatan, antara lain:
à   Pernyataan lisan, bahwa ia percaya kepada adanya para malaikat dan sifat-sifatnya sesuai dengan penjelasan Al-Quran dan Hadist.
à   Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang mencerminkan beriman kepada malaikat. Secara umum dapat dikatakan bahwa orang-orang yang beriman kepada malaikat akan senantiasa bertakwa, yakni melaksanakan perintah Allah SWT dan meninggalkan segala larangan-Nya.


C. CONTOH-CONTOH PERILAKU BERIMAN KEPADA MALAIKAT
Muslim/Muslimah yang memiliki tanda-tanda beriman kepada malaikat, yang sudah dikemukakan di atas, tentu akan pula beriman kepada rukun iman lainnya.
Mengenai perilaku orang yang beriman kepada keberadaan rukun iman itu telah banyak dijelaskan oleh Al-Quran dan Hadits, misalnya:
·         Selalu berkata yang baik-baik saja dan kalau tidak bisa lebih baik diam.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya “Barangsiapa beriman kepada Allah (termasuk beriman kepada malaikat) dan Hari Akhir, maka hendaklah berkata yang baik-baik saja atau diam.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
·         Perilakunya senantiasa termasuk akhlak mulia yang mendatangkan manfaat bagi pelakunya dan orang lain.
·         Perilaku orang beriman dengan orang beriman lainnya akan saling membantu dan saling menguatkan dalam hal-hal positif yang diridhai Allah SWT.
Rasulullah bersabda:

Artinya: “Orang beriman terhadap orang beriman lainnya, seperti sebuah bangunan yang antara bagian yang satu dan bagian lainnya saling menguatkan.” (H.R. Muslim)
·         Perilaku orang beriman itu kalau berada pada situasi yang menyenangkan (memperoleh nikmat) ia akan bersyukur, yakni berterimakasih pada Allah SWT dengan cara memelihara dan meningkatkan taqwa. Sedangkan kalau berada pada situasi yang menyusahkan (mendapat musibah) ia akan bersabar yaitu tidak akan gelisah dan keluh kesah dan tetap bertaqwa kepada Allah Azza Wajalla.
·         Selain itu seseorang yang beriman kepada malaikat akan memuliakan malaikat dan merasa malu kalau berbuat dosa, karena ia yakin perbuatan dosanya selalu disaksikan oleh malaikat.

D. PENERAPAN IMAN PADA MALAIKAT DALAM SIKAP DAN PERILAKU
            Telah dikemukakan di atas tentang beberapa contoh sikap perilaku orang beriman kepada malaikat. Sudah tentu beberapa contoh sikap perilaku tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap Muslim/Muslimah.
            Berikut ini akan dijelaskan beberapa sikap perilaku orang beriman kepada malaikat, yang seharusnya diamalkan oleh setiap Muslim dan Muslimah.
Sikap perilaku tersebut, misalnya:
1.      Gemar melaksanakan shalat berjamaah. Hal ini disebabkan karena adanya keyakinan, bahwa para malaikat selalu menghadiri shalat berjamaah. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Jikalau imam mengucapkan ‘gairil magdubi ‘alaihimnwaladddallin’, maka ucapkanlah ‘Amin’, karena sesungguhnya para malaikat itu pun mengucapkan amin bersamaan dengan ucapan aminnya imam. Maka barangsiapa yang bacaan aminnya bersamaan dengan bacaan aminnya para malaikat, tentu akan diampuni segala dosanya yang telah lalu.” (H.R. Ahmad, Abu Dawud, dan Nasa’i)
2.      Gemar berperilaku dermawan, yakni membelanjakan hartanya untuk kebaikan, seperti menyantuni anak-anak yatim, terlantar, dan memberi bantuan harta kepada pada fakir miskin. Hal ini disebabkan antara lain adanya keyakinan bahwa malaikat selalu mendoakan orang yang berperilaku dermawan, agar hartanya yang dibelanjakan di jalan Allah SWT itu menjadi berkah. Rasulullah SAW bersabda: yang artinya: “Pada setiap pagi para hamba Allah (manusia) pasti disertai dua malaikat yang berdoa. Yang satu berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kerusakan kepada orang yang enggan membelanjakan hartanya untuk bersedekah (kikir)’, sedangkan malaikat lainnya bardoa, ‘Ya Allah, berikanlah penggantian terhadap orang yang gemar membelanjakan hartanya untuk kebaikan (dermawan).” (H.R. Muslim)
3.      Gemar berperilaku menuntut ilmu, baik ilmu pengetahuan umum, maupun ilmu pengetahuan tentang Islam. Kemudian mengajarkannya kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Sesungguhnya para malaikat itu akan meletakkan sayap-sayapnya terhadap penuntut ilmu, karena menyenangi apa yang dilakukannya (mencari ilmu).” (H.R. Abu Daud dan Turmuzi)
4.      Berperilaku gemar membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah qauliyah (ibadah yang berupa ucapan) yang paling utama dibandingkan dengan ibadah-ibadah qauliyah lainnya. Tatkala Al-Qur’an dibacakan, malaikat akan hadir dan mendengarkan.


KESIMPULAN

            Berdasarkan penjelasan atau uraian yang telah dituliskan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1.      Malaikat adalah makhluk gaib yang asal kejadiannya dari nur (cahaya) yang memiliki akal tetapi tidak mempunyai  nafsu.
2.      Hukum beriman kepada malaikat adalah fardhu ‘ain. Seorang yang mengaku beragama Islam tetapi tidak percaya kepada adanya malaikat, dapat dianggap murtad.
3.      Jumlah malaikat tidak terhingga dan hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Tetapi yang wajib diketahui ada sepuluh malaikat, nama berikut tugasnya masing-masing.
4.      Tanda-tanda beriman kepada malaikat ada yang berupa sikap mental, yakni pikiran dan perasaan, serta adapula yang berupa sikap lahir yaitu ucapan dan perbuatan.
5.      Orang-orang yang beriman dan beramal saleh berkedudukan lebih tinggi daripada malaikat karena ilmu manusia lebih tinggi daripada malaikat.
6.      Orang-orang yang beriman kepada malaikat, tentu akan pula beriman kepada rukun iman lainnya, senantiasa bertakwa kepada Allah SWT, dan melakukan hal-hal positif yang diridhai oleh Allah SWT.


PENUTUP
           
Dengan terselesainya makalah ini, kami sangat berharap semoga baik kami sendiri maupun semua pembaca agar dapat mengambil manfaat dari apa yang telah kami sampaikan, diantaranya dapat memperbanyak ilmu pengetahuan tentang Iman Kepada Malaikat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita mampu memperbaiki sikap dan perilaku menjadi yang lebih baik dan dapat menjadi manusia yang selalu mendapat ridha Allah SWT dimana saja kita berada, Amin.


DAFTAR PUSTAKA

Syamsuri, H, Dr. 2007. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga.
Departemen Agama. 1994. Al-Qur’an dan terjemahnya. Jakarta: Intermassa.
MGMP PAI Kabupaten Tulungagung. 2014. LKS Pendidikan Agama Islam SMA kelas XB. Tulungagung: -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar