MAKALAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
IMAN KEPADA MALAIKAT
Disusun oleh:
1. Emi
Ivana Novia 8. Mufidatu
Zuhriyana
2. Nina
Christiani 9.
Miftahul Jannah
3. Mega
Anggraini 10. M. Sandi
Arifin
4. Nadya
Putri Apriani 11. Afif Hidayat
5. Rohma
Dwi Ningtyas 12. Chandra Bagus Tri
W.
6. Isna
Lutfiatun Nisaq 13. Doni Eka
Rieswanda
7. Atris
Kurniawati
Kelas: XB
PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG
DINAS PENDIDIKAN
UPTD SMA NEGERI 1 NGUNUT
TULUNGAGUNG
2013/2014
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Segala
puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas bimbingan dan
petunjuk serta kemudahan yang diberikan oleh-Nya, kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah Pendidikan Agama Islam yang berjudul Iman Kepada Malaikat
ini dengan baik dan lancar tanpa ada hambatan yang berarti.
Kami menyusun makalah ini untuk
memenuhi tugas dari guru Pendidikan Agama Islam, sekaligus sebagai praktek
penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari berbagai sumber tentang keimanan
kepada malaikat dan telah sesuai dengan materi yang diajarkan.
Dengan terselesainya makalah ini,
kami tak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu kami dalam penyusunan makalah ini. Semoga bantuan serta bimbingan yang
diberikan kepada kami mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT.
Kami sangat menyadari akan segala
kekurangan dalam penulisan makalah ini disebabkan keterbatasan kemampuan. Oleh
karena itu, kami mengharapkan kritik maupun saran yang bersifat membangun.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pada khususnya, dan
bagi pembaca pada umumnya.
Ngunut, 25 Januari 2014
Penyusun
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar ......................................................................................................... 2
Daftar
Isi ..................................................................................................................... 3
Isi: .................................................................................................................................
A. Pengertian
Iman Kepada Malaikat ......................................................... 4
B. Tanda-tanda
beriman kepada malaikat ......................................................... 4
C. Contoh-contoh
perilaku beriman kepada malaikat ................................. 6
D. Penerapan
iman pada malaikat dalam sikap dan perilaku ..................... 7
Kesimpulan ..................................................................................................................... 9
Penutup .....................................................................................................................
10
Daftar
Pustaka .........................................................................................................
11
A.
PENGERTIAN IMAN KEPADA MALAIKAT
Iman kepada malaikat
artinya percaya bahwa malaikat adalah makhluk gaib, yang asal kejadiannya dari nur (cahaya). Mereka
memiliki akal dan tidak mempunyai nafsu. Karena itu, mereka senantiasa patuh
kepada allah SWT serta tidak pernah mendurkai-Nya.
Hukum beriman kepada adanya malaikat
adalah fardu ’ain. Seorang yang mengaku baragama Islam (Muslim/Muslimah) jika
tidak percaya adanya malaikat, dapat dianggap murtad (keluar dari agama Islam). Perintah untuk beriman kepada
malaikat terdapat dalam kitab suci Al-Quran, maupun dalam Hadist Rasulullah
SAW. Allah SWT berfirman dalam Q.S.
Al-Baqarah, 2: 285: yang artinya: “Segala
mereka yang beriman, semuanya beriman kepada Allah dan malaikat-Nya.
Jumlah para malaikat tidak terhingga
banyaknya dan hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Dalam Al-Qur’an dinyatakan “Dan tidak ada yang mengetahui tentara
(malaikat) Tuhanmu, melainkan Dia sendiri.“ (Q.S. Al Muddassir, 74: 31).
B.
TANDA-TANDA BERIMAN KEPADA MALAIKAT
Tanda-tanda beriman kepada malaikat ada
yang berupa sikap mental yakni pikiran dan perasaan serta adapula yang berupa
sikap lahir yaitu ucapan dan perbuatan.
Tanda-tanda beriman yang berupa sikap
mental itu bersifat abstrak (gaib), tidak dapat diketahui dengan panca indra
dan yang mengetahuinya hanyalah individu itu sendiri dan allah SWT, Tuhan yang
maha mengetahui segala yang gaib dan yang nyata (syahadah).
Mengacu kepada ajaran-ajaran allah SWT
yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadist, tanda-tanda beriman kepada malaikat
yang berupa sikap mental itu seperti :
à Mempercayai
atau meyakini dalam hati bahwa malaikat adalah makhluk gaib yang lebih dulu
diciptakan Allah SWT daripada manusia dan yang asal kejadiannya dari nur atau
cahaya.
Tempat tinggal tetap para malaikat
adalah di langit, dan dalam rangka
melaksanakan
perintah Allah SWT, setiap saat mereka turun ke bumi.
à Mempercayai
atau meyakini dalam hati bahwa para malaikat bersifat, seperti bertubuh halus
(gaib) tidak dapat dilihat oleh manusia biasa; senantiasa mentaati perintah
Allah SWT dan tidak pernah mendurhakai-Nya; tidak berjenis laki-laki maupun
wanita; tdak memiliki hawa nafsu dan tidak beranak atau diperanakkan; tidak
membutuhkan makanan dan segala apa yang berupa materi; para malaikat tidak akan
mengalami kematian sebelum datangnya Hari Kiamat; para malaikat hanya bisa mengerjakan
apa yang diperintah Allah SWT, tidak memiliki inisiatif untuk berbuat lain; dan
para malaikat itu diciptakan Allah untuk tugas-tugas tertentu.
à Mempercayai
atau meyakini dalam hati bahwa tugas para malaikat itu bermacam-macam, ada yang
berkaitan dengan alam rohani dan ada pula yang berhubungan dengan alam dunia,
khususnya umat manusia.
Para
malaikat yang tugasnya berhubungan dengan alam dunia atau umat manusia,
seperti:
1. Malaikat Jibril,
yang bernama Ruhul Amin (ruh yang
terpercaya). Ruhul Qudus (ruh yang
suci), dan Namus bertugas
menyampaikan wahyu (firman atau petunjuk Allah SWT) pada para nabi atau rasul,
dari semenjak rasul pertama Nabi Adam AS sampai dengan rasul terakhir Nabi
Muhammad SAW. Dengan demikian tugas Malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada
para nabi atau rasul berakhir, setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW sebagai Khatamul Anbiya’i Wal Mursalin (penutup
para nabi dan para rasul).
2. Malaikat Mikail
bertugas membagi rezeki kepada seluruh makhluk, seperti: makanan, minuman, dan
menurunkan hujan.
3. Malaikat Izrail
bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk hidup, seperti: manusia, hewan, jin,
setan, dan juga bangsa malaikat, jika sudah tiba saatnya.
4. Malaikat Israfil
bertugas sebagai peniup sangkakala, jika Hari Kiamat telah tiba saatnya.
5. Malaikat Raqib
bertugas mencatat segala sikap, tutur kata, dan perbuatan manusia yang baik.
6. Malaikat Atid
bertugas mencatat segala sikap, tutur kata, dan perbuatan manusia yang jahat.
7. Malaikat Munkar
bertugas memberikan pertanyaan-pertanyaan pada setiap manusia yang hidup di
alam kubur.
8. Malaikat Nakir
bertugas sama dengan Malaikat Munkar.
9. Malaikat Malik
bertugas sebagai penjaga neraka.
10. Malaikat Ridwan
bertugas sebagai penjaga surga.
à Tanda
lainnya dari beriman kepada malaikat yang berupa sikap mental ialah mempercayai
dan menyadari bahwa orang-orang beriman dan beramal saleh itu kedudukannya
lebih tinggi daripada para malaikat. Hal ini disebabkan antara lain karena ilmu
manusia lebih tinggi daripada malaikat. Ini terbukti tatkala Allah SWT menyuruh
malaikat untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang benda-benda tertentu,
ternyata malaikat tidak dapat menjawabnya, tetapi apabila suruhan itu ditujukan
kepada Adam AS (manusia), ternyata Adam AS dapat menjawabnya dengan benar dan
tepat. Selain itu Allah SWT menyuruh malaikat untuk memberi hormat kepada Adam
AS.
Mengenai tanda-tanda beriman kepada
malaikat yang berupa sikap lahir,
yaitu
ucapan dan perbuatan, antara lain:
à Pernyataan
lisan, bahwa ia percaya kepada adanya para malaikat dan sifat-sifatnya sesuai
dengan penjelasan Al-Quran dan Hadist.
à Ia
melakukan perbuatan-perbuatan yang mencerminkan beriman kepada malaikat. Secara
umum dapat dikatakan bahwa orang-orang yang beriman kepada malaikat akan
senantiasa bertakwa, yakni melaksanakan perintah Allah SWT dan meninggalkan
segala larangan-Nya.
C. CONTOH-CONTOH
PERILAKU BERIMAN KEPADA MALAIKAT
Muslim/Muslimah
yang memiliki tanda-tanda beriman kepada malaikat, yang sudah dikemukakan di atas,
tentu akan pula beriman kepada rukun iman lainnya.
Mengenai
perilaku orang yang beriman kepada keberadaan rukun iman itu telah banyak
dijelaskan oleh Al-Quran dan Hadits, misalnya:
·
Selalu berkata yang baik-baik saja dan
kalau tidak bisa lebih baik diam.
Rasulullah
SAW bersabda, yang artinya “Barangsiapa
beriman kepada Allah (termasuk beriman kepada malaikat) dan Hari Akhir, maka
hendaklah berkata yang baik-baik saja atau diam.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
·
Perilakunya senantiasa termasuk akhlak
mulia yang mendatangkan manfaat bagi pelakunya dan orang lain.
·
Perilaku orang beriman dengan orang
beriman lainnya akan saling membantu dan saling menguatkan dalam hal-hal
positif yang diridhai Allah SWT.
Rasulullah
bersabda:
Artinya:
“Orang beriman terhadap orang beriman
lainnya, seperti sebuah bangunan yang antara bagian yang satu dan bagian
lainnya saling menguatkan.” (H.R.
Muslim)
·
Perilaku orang beriman itu kalau berada
pada situasi yang menyenangkan (memperoleh nikmat) ia akan bersyukur, yakni
berterimakasih pada Allah SWT dengan cara memelihara dan meningkatkan taqwa.
Sedangkan kalau berada pada situasi yang menyusahkan (mendapat musibah) ia akan
bersabar yaitu tidak akan gelisah dan keluh kesah dan tetap bertaqwa kepada
Allah Azza Wajalla.
·
Selain itu seseorang yang beriman kepada
malaikat akan memuliakan malaikat dan merasa malu kalau berbuat dosa, karena ia
yakin perbuatan dosanya selalu disaksikan oleh malaikat.
D. PENERAPAN IMAN PADA
MALAIKAT DALAM SIKAP DAN PERILAKU
Telah dikemukakan di atas tentang
beberapa contoh sikap perilaku orang beriman kepada malaikat. Sudah tentu
beberapa contoh sikap perilaku tersebut harus diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari oleh setiap Muslim/Muslimah.
Berikut ini akan dijelaskan beberapa
sikap perilaku orang beriman kepada malaikat, yang seharusnya diamalkan oleh
setiap Muslim dan Muslimah.
Sikap
perilaku tersebut, misalnya:
1.
Gemar melaksanakan shalat
berjamaah. Hal ini disebabkan karena adanya keyakinan, bahwa para malaikat
selalu menghadiri shalat berjamaah. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Jikalau imam mengucapkan ‘gairil magdubi
‘alaihimnwaladddallin’, maka ucapkanlah ‘Amin’, karena sesungguhnya para
malaikat itu pun mengucapkan amin bersamaan dengan ucapan aminnya imam. Maka
barangsiapa yang bacaan aminnya bersamaan dengan bacaan aminnya para malaikat,
tentu akan diampuni segala dosanya yang telah lalu.” (H.R. Ahmad, Abu Dawud, dan Nasa’i)
2. Gemar
berperilaku dermawan, yakni membelanjakan hartanya untuk kebaikan, seperti
menyantuni anak-anak yatim, terlantar, dan memberi bantuan harta kepada pada
fakir miskin. Hal ini disebabkan antara lain adanya keyakinan bahwa malaikat
selalu mendoakan orang yang berperilaku dermawan, agar hartanya yang
dibelanjakan di jalan Allah SWT itu menjadi berkah. Rasulullah SAW bersabda:
yang artinya: “Pada setiap pagi para
hamba Allah (manusia) pasti disertai dua malaikat yang berdoa. Yang satu berkata,
‘Ya Allah, berikanlah kerusakan kepada orang yang enggan membelanjakan hartanya
untuk bersedekah (kikir)’, sedangkan malaikat lainnya bardoa, ‘Ya Allah,
berikanlah penggantian terhadap orang yang gemar membelanjakan hartanya untuk
kebaikan (dermawan).” (H.R. Muslim)
3. Gemar
berperilaku menuntut ilmu, baik ilmu pengetahuan umum, maupun ilmu pengetahuan
tentang Islam. Kemudian mengajarkannya kepada orang lain.
Rasulullah
SAW bersabda yang artinya “Sesungguhnya
para malaikat itu akan meletakkan sayap-sayapnya terhadap penuntut ilmu, karena
menyenangi apa yang dilakukannya (mencari ilmu).” (H.R. Abu Daud dan Turmuzi)
4. Berperilaku
gemar membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah qauliyah (ibadah yang berupa ucapan) yang paling utama dibandingkan
dengan ibadah-ibadah qauliyah
lainnya. Tatkala Al-Qur’an dibacakan, malaikat akan hadir dan mendengarkan.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan atau uraian
yang telah dituliskan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1. Malaikat
adalah makhluk gaib yang asal kejadiannya dari nur (cahaya) yang memiliki akal
tetapi tidak mempunyai nafsu.
2. Hukum
beriman kepada malaikat adalah fardhu ‘ain. Seorang yang mengaku beragama Islam
tetapi tidak percaya kepada adanya malaikat, dapat dianggap murtad.
3. Jumlah
malaikat tidak terhingga dan hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Tetapi yang
wajib diketahui ada sepuluh malaikat, nama berikut tugasnya masing-masing.
4. Tanda-tanda
beriman kepada malaikat ada yang berupa sikap mental, yakni pikiran dan
perasaan, serta adapula yang berupa sikap lahir yaitu ucapan dan perbuatan.
5. Orang-orang
yang beriman dan beramal saleh berkedudukan lebih tinggi daripada malaikat
karena ilmu manusia lebih tinggi daripada malaikat.
6. Orang-orang
yang beriman kepada malaikat, tentu akan pula beriman kepada rukun iman
lainnya, senantiasa bertakwa kepada Allah SWT, dan melakukan hal-hal positif
yang diridhai oleh Allah SWT.
PENUTUP
Dengan
terselesainya makalah ini, kami sangat berharap semoga baik kami sendiri maupun
semua pembaca agar dapat mengambil manfaat dari apa yang telah kami sampaikan,
diantaranya dapat memperbanyak ilmu pengetahuan tentang Iman Kepada Malaikat
dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita mampu memperbaiki
sikap dan perilaku menjadi yang lebih baik dan dapat menjadi manusia yang selalu
mendapat ridha Allah SWT dimana saja kita berada, Amin.
DAFTAR
PUSTAKA
Syamsuri,
H, Dr. 2007. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga.
Departemen
Agama. 1994. Al-Qur’an dan terjemahnya. Jakarta: Intermassa.
MGMP
PAI Kabupaten Tulungagung. 2014. LKS Pendidikan Agama Islam SMA kelas XB.
Tulungagung: -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar