DER ZAUBER
(si penyihir)
Seorang
gadis tampak asik membaca buku sambil berjalan menuju ke kelasnya. Ia memang
sangat senang sekali membaca. Bukan buku pelajaran yang ia suka. Melainkan ia
sangat suka novel. Sekarang gadis itu telah menjadi siswi di SMA terkemuka di
kotanya.
Gadis itu bernama Litania Febbyana. Gadis yang berusia 16
tahun itu bukanlah gadis biasa. Ia adalah seorang penyihir. Namun tiada yang
tahu bahwa ia adalah seorang penyihir, kecuali ibu dan ayahnya. Ia sangat
tertutup pada semua orang karena ia takut jika terlalu dekat kepada seseorang
dan terbongkar identitasnya. Tamat sudah riwayatnya jika ia di ketahui publik.
Oke, kita kembali ke
ceritanya yang tadi :D
Karena tidak
memperhatikan jalannya BRUK......
“aduh, kalau jalan
hati-hati donk!!!” umpatnya kepada seorang cowok yang menabraknya. Tanpa
membalas perkataan Lita cowok itu pergi begitu saja tanpa sepatah kata.
***
Sesampainya di kelas X IPA2 Lita mencari tempat duduk
yang masih kosong. Setelah menemukan tempat duduk yang kosong ia segera
menduduki tempat itu.
“haii, nama kamu
siapa?” sapa gadis yang seumuran dengannya
“Litania Febbyana,
pangggil aja Lita. Kamu?” jawabnya sambil tersenyum
“kenalin aku Jessy
Pricillia” jawabnya memperkenalkan diri
“kamu suka baca novel
ya?” tanya Jessy saat melihat Lita mengeluarkan novelnya
“iya nih..daripada
nggak ada kerjaan’’ jawabnya
Aduh.. Lita kamu
harus jaga jarak sama siapapun, jangan sampai rahasiamu terbongkar ucapnya
dalam hati.
Teng...Teng...Teng...(anggap
saja suara bel)
Suara bel tanda masuk sudah nyaring terdengar.
Siswa-siswi yang berada di luar segera masuk kedalam kelas. Tidak disangka
ternyata teman sebangku Lita adalah cowok yang ia tabrak tadi.
“loe yang nabrak gue
tadi kan?” tanya Lita kesal. Cowok itu malah mengeluarkan ipodnya tanpa
menjawab pertanyaan Lita.
“nyebelin banget sih”
gerutu Lita
Beberapa saat kemudian guru matapelajaran biologi masuk
kelas. Namun sebelum memulai pelajaran tak lupa dengan semboyan yang telah
melekat di Indonesia “tak kenal maka tak
sayang” semua murid memperkenalkan dirinya satu-satu secara bergantian.
Dari perkenalan itulah Lita tau bahwa cowok yang sebangkunya itu bernama Al
Ghazali.
***
Selama pelajaran
berlangsung dan tanpa di ketahui oleh Lita, ternyata Al diam-diam memperhatikan
wajah Lita. Tapi ternyata lama-lama kegiatan Al itu di ketahui oleh Lita.
“ngapain sih loe liatin
gue mulu?” sungut Lita
“siapa juga yang liatin
loe, GR loe” ucap Al meremehkan
“oh...bisa ngomong juga
ya” cibir Lita
“loe kira gue bisu?”
kata Al dengan nada emosi
Karena merasa takut dengan jawaban Al yang menjawab
menggunakan nada emosi Lita memilih mengabaikan Al dan fokus kepada pelajaran
biologi.
***
Setelah
bel pulang berbunyi Lita segera bergegas untuk pulang. Namun mobil yang
menjemputnya tak kunjung datang. Sebenarnya ia ingin memakai sihirnya untuk
menghilang, tapi apalah daya jika ia berada di tempat yang ramai seperti ini
sama saja dengan bunuh diri.
Tiba-tiba ada mobil jeep yang berhenti didepan Lita dan
dua orang laki-laki bertubuh kekar keluar dari mobil itu. Dua orang itu menarik
tubuh Lita, tapi hal itu diketahui oleh Al. Dengan cepat dan berani ia
berkelahi dengan dua orang laki-laki itu.
“makasih” ucap Lita,
saat ia menoleh kepada Al. Tapi ternyata Al sudah pergi dengan mobil sportnya.
“ihh sombong banget sih
jadi orang” gerutunya
****
Sesampainya di rumah Lita menyeritakan semua kejadian
dari mulai tentang Al, sampai kejadian yang baru ia alami.
“ma, hari ini aku sial
banget” curhatnya dengan nada manja
“sial kenapa sayang?”
jawab mamanya
“masa aku duduk sama
cowok sih, sikapnya aneh lagi” ucapnya
“aneh gimana” mama
“masa setiap aku tanya
dia gak pernah jawab. Trus waktu pelajaran dia liatin aku terus, waktu aku
tanya dia malah marah, trus lagi ya ma, masa tadi aku hampir aja diculik orang.
Dia juga lo ma yang nolongin aku. Anehkan ma?” cerocos Lita panjang kali lebar
“astaga..kamu mau
diculik? Tapi kamu gapapa kan sayang” jawab mama dengan nada kaget
“enggak mama.. buktinya
aku sampe dirumah dengan selamat tapi tadi waktu aku mau ngucapin terimakasih
eehh dia udah pergi” Lita
“mungkin dia malu sama
kamu” jawab mama
“mungkin, aku mau
istirahat dulu ma” Lita sambil berjalan ke kamar
***
Easy come,
easy go
That's just how you live, oh
Take, take, take it all,
But you never give
Should of known you was trouble from the first kiss, Had your eyes wide open -
Why were they open?
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did
To give me all your love is all I ever asked, Cause what you don't understand is
I’d catch a grenade for ya (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah , yeah)
You know I'd do anything for ya (yeah, yeah, yeah)
That's just how you live, oh
Take, take, take it all,
But you never give
Should of known you was trouble from the first kiss, Had your eyes wide open -
Why were they open?
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did
To give me all your love is all I ever asked, Cause what you don't understand is
I’d catch a grenade for ya (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah , yeah)
You know I'd do anything for ya (yeah, yeah, yeah)
Lagu
dari Bruno Mars yang menjadi ringtone smartphone itu sukses membangunkan Lita
yang sedang tertidur dikamarnya.
“hallo” Lita
“,,,,,” tidak ada jawaban
“ini siapa ya?” Lita
‘,,,,,” tetap tidak ada jawaban
Karena
kesal Lita mematikan sambungan telepon itu. Dia melanjutkan lagi tidurnya yang
terganggu. Tapi ternyata si penelpon misterius itu kembali menelponnya.
“ ini siapa sih?” tanya Lita
“ kalau pengen tau siapa gue, dateng
aja ke taman kota jam 7 malam nanti” jawab si penelpon misterius dan mematikan
sambungan telponnya
Siapa sih,
sok misterius banget. Datang nggak ya? Kalau nggak datang penasaran, kalau
datang ngapain juga disana. Gumam Lita dalam hati
***
Jam demi jam berlalu dan sekarang sudah menunjukkan pukul
18.30 itu artinya setengah jam lagi
kalau Lita ingin bertemu si penelpon misterius itu dia harus bersia-siap.
Karena baru ingat akan hal itu, Lita segera memakai sihirnya untuk
bersiap-siap.
“Acrabadabra”
Secepat
kilat pakaian Lita langsung berubah menjadi pakaian santai untuk jalan-jalan.
“ udah jam segini,
mendingan aku pakai sihir ngilang ajadeh”
“Acrabadabra”
Lita langsung hilang ke tempat tujuan. Sesampainya disana
sepertinya tidak ada yang tahu bahwa Lita datang secara tiba-tiba. Smartphone
Lita pun berbunyi dan ternyata si penelpon misterius itu yang menghubunginya.
“ gue udah nyampe, loe
dimana?” ucap Lita
“ tungguin gue di kursi
dekat lampu” jawabnya sambil menutup sambungan telepon
***
Setelah menunggu beberapa menit si penelpon misterius itu
akhirnya datang juga. Alangkah terkejutnya Lita mengetahui siapa yang datang
itu ternyata.........
To be continued......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar