Rabu, 12 Maret 2014

Der Zauber


DER ZAUBER
(si penyihir)

            Seorang gadis tampak asik membaca buku sambil berjalan menuju ke kelasnya. Ia memang sangat senang sekali membaca. Bukan buku pelajaran yang ia suka. Melainkan ia sangat suka novel. Sekarang gadis itu telah menjadi siswi di SMA terkemuka di kotanya.

            Gadis itu bernama Litania Febbyana. Gadis yang berusia 16 tahun itu bukanlah gadis biasa. Ia adalah seorang penyihir. Namun tiada yang tahu bahwa ia adalah seorang penyihir, kecuali ibu dan ayahnya. Ia sangat tertutup pada semua orang karena ia takut jika terlalu dekat kepada seseorang dan terbongkar identitasnya. Tamat sudah riwayatnya jika ia di ketahui publik.

Oke, kita kembali ke ceritanya yang tadi :D

Karena tidak memperhatikan jalannya BRUK......
“aduh, kalau jalan hati-hati donk!!!” umpatnya kepada seorang cowok yang menabraknya. Tanpa membalas perkataan Lita cowok itu pergi begitu saja tanpa sepatah kata.

***
            Sesampainya di kelas X IPA2 Lita mencari tempat duduk yang masih kosong. Setelah menemukan tempat duduk yang kosong ia segera menduduki tempat itu.

“haii, nama kamu siapa?” sapa gadis yang seumuran dengannya
“Litania Febbyana, pangggil aja Lita. Kamu?” jawabnya sambil tersenyum
“kenalin aku Jessy Pricillia” jawabnya memperkenalkan diri
“kamu suka baca novel ya?” tanya Jessy saat melihat Lita mengeluarkan novelnya
“iya nih..daripada nggak ada kerjaan’’ jawabnya

            Aduh.. Lita kamu harus jaga jarak sama siapapun, jangan sampai rahasiamu terbongkar ucapnya dalam hati.

Teng...Teng...Teng...(anggap saja suara bel)
            Suara bel tanda masuk sudah nyaring terdengar. Siswa-siswi yang berada di luar segera masuk kedalam kelas. Tidak disangka ternyata teman sebangku Lita adalah cowok yang ia tabrak tadi.

“loe yang nabrak gue tadi kan?” tanya Lita kesal. Cowok itu malah mengeluarkan ipodnya tanpa menjawab pertanyaan Lita.
“nyebelin banget sih” gerutu Lita

            Beberapa saat kemudian guru matapelajaran biologi masuk kelas. Namun sebelum memulai pelajaran tak lupa dengan semboyan yang telah melekat di Indonesia “tak kenal maka tak sayang” semua murid memperkenalkan dirinya satu-satu secara bergantian. Dari perkenalan itulah Lita tau bahwa cowok yang sebangkunya itu bernama Al Ghazali.

***
            Selama pelajaran berlangsung dan tanpa di ketahui oleh Lita, ternyata Al diam-diam memperhatikan wajah Lita. Tapi ternyata lama-lama kegiatan Al itu di ketahui oleh Lita.
“ngapain sih loe liatin gue mulu?” sungut Lita
“siapa juga yang liatin loe, GR loe” ucap Al meremehkan
“oh...bisa ngomong juga ya” cibir Lita
“loe kira gue bisu?” kata Al dengan nada emosi

            Karena merasa takut dengan jawaban Al yang menjawab menggunakan nada emosi Lita memilih mengabaikan Al dan fokus kepada pelajaran biologi.
***

Setelah bel pulang berbunyi Lita segera bergegas untuk pulang. Namun mobil yang menjemputnya tak kunjung datang. Sebenarnya ia ingin memakai sihirnya untuk menghilang, tapi apalah daya jika ia berada di tempat yang ramai seperti ini sama saja dengan bunuh diri.


            Tiba-tiba ada mobil jeep yang berhenti didepan Lita dan dua orang laki-laki bertubuh kekar keluar dari mobil itu. Dua orang itu menarik tubuh Lita, tapi hal itu diketahui oleh Al. Dengan cepat dan berani ia berkelahi dengan dua orang laki-laki itu.


“makasih” ucap Lita, saat ia menoleh kepada Al. Tapi ternyata Al sudah pergi dengan mobil sportnya.
“ihh sombong banget sih jadi orang” gerutunya


****
            Sesampainya di rumah Lita menyeritakan semua kejadian dari mulai tentang Al, sampai kejadian yang baru ia alami.

“ma, hari ini aku sial banget” curhatnya dengan nada manja
“sial kenapa sayang?” jawab mamanya
“masa aku duduk sama cowok sih, sikapnya aneh lagi” ucapnya
“aneh gimana” mama
“masa setiap aku tanya dia gak pernah jawab. Trus waktu pelajaran dia liatin aku terus, waktu aku tanya dia malah marah, trus lagi ya ma, masa tadi aku hampir aja diculik orang. Dia juga lo ma yang nolongin aku. Anehkan ma?” cerocos Lita panjang kali lebar
“astaga..kamu mau diculik? Tapi kamu gapapa kan sayang” jawab mama dengan nada kaget
“enggak mama.. buktinya aku sampe dirumah dengan selamat tapi tadi waktu aku mau ngucapin terimakasih eehh dia udah pergi” Lita
“mungkin dia malu sama kamu” jawab mama
“mungkin, aku mau istirahat dulu ma” Lita sambil berjalan ke kamar

***
Easy come, easy go
That's just how you live, oh
Take, take, take it all,
But you never give
Should of  known you was trouble from the first kiss, Had your eyes wide open -
Why were they open?
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did
To give me all your love is all I ever asked, Cause what you don't understand is
I’d catch a grenade for ya (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah , yeah)
You know I'd do anything for ya (yeah, yeah, yeah)

            Lagu dari Bruno Mars yang menjadi ringtone smartphone itu sukses membangunkan Lita yang sedang tertidur dikamarnya.

“hallo” Lita
“,,,,,” tidak ada jawaban
“ini siapa ya?” Lita
‘,,,,,” tetap tidak ada jawaban

            Karena kesal Lita mematikan sambungan telepon itu. Dia melanjutkan lagi tidurnya yang terganggu. Tapi ternyata si penelpon misterius itu kembali menelponnya.

“ ini siapa sih?” tanya Lita
“ kalau pengen tau siapa gue, dateng aja ke taman kota jam 7 malam nanti” jawab si penelpon misterius dan mematikan sambungan telponnya

Siapa sih, sok misterius banget. Datang nggak ya? Kalau nggak datang penasaran, kalau datang ngapain juga disana. Gumam Lita dalam hati

***

            Jam demi jam berlalu dan sekarang sudah menunjukkan pukul 18.30 itu artinya setengah  jam lagi kalau Lita ingin bertemu si penelpon misterius itu dia harus bersia-siap. Karena baru ingat akan hal itu, Lita segera memakai sihirnya untuk bersiap-siap.

“Acrabadabra”
Secepat kilat pakaian Lita langsung berubah menjadi pakaian santai untuk jalan-jalan.

“ udah jam segini, mendingan aku pakai sihir ngilang ajadeh”
“Acrabadabra”
            Lita langsung hilang ke tempat tujuan. Sesampainya disana sepertinya tidak ada yang tahu bahwa Lita datang secara tiba-tiba. Smartphone Lita pun berbunyi dan ternyata si penelpon misterius itu yang menghubunginya.


“ gue udah nyampe, loe dimana?” ucap Lita
“ tungguin gue di kursi dekat lampu” jawabnya sambil menutup sambungan telepon

***
            Setelah menunggu beberapa menit si penelpon misterius itu akhirnya datang juga. Alangkah terkejutnya Lita mengetahui siapa yang datang itu ternyata.........


ilustrasi Lita



To be continued......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar