DER ZAUBER 2
(si penyihir)
Setelah
menunggu beberapa menit si penelpon misterius itu akhirnya datang juga.
Alangkah terkejutnya Lita mengetahui siapa yang datang itu ternyata.........
“ Al?” kejut Lita
“ ya, gue” jawabnya
dingin
“ ternyata loe, yang
telpon gue” ucap Lita tak percaya
“ iya” jawab Al singkat
“ loe dapat nomer gue
dari mana?” heran Lita
“ dapetin nomer loe itu
mudah banget buat gue” ucapnya
“ oke, to the point
aja, loe mau ngapain nyuruh gue kesini?” jawab Lita
“ loe tadi kesini naik
apa?” tanya Al mengalihkan perhatian
“ ehmm, gue naik taksi”
jawabnya gugup
“ kok gue gak tau loe
turun dari taksi, padahal gue di depan sana” curiga Al
“ loe tadi pas merem
kali, gue segede gini kok gak tau” sahut Lita
“ oh iya, terimakasih
tadi siang udah nyelamatin gue” Lanjut Lita
“ santai aja” jawabnya singkat
“ udah? Gitu doank?
Yaudah gue pulang aja deh” kesal Lita
“ yaudah pulang aja,
lagian ini juga udah malam. Gak baik buat zauber” ucap Al dengan nada santai
dan cueknya
Degg.......Lita sangat kaget
sekali mendengar jawaban Al. Dia menatap sebentar Al dengan langsung memutuskan untuk langsung pulang.
Sesampainya di rumah Lita langsung merenungkan perkataan
Al. Dia terus mengingat perkataan Al yaudah
pulang aja, lagian ini juga udah malam. Gak baik buat zauber.
“
Zauber? Zauber kan artinya penyihir” gumamnya sendiri
Jangan-jangan Al tau kalau gue
seorang penyihir ucapnya dalam hati. Malam itu Lita
sulit untuk tidur karena memikirkannya. Lita takut kalau Al membongkar
identitasnya sebagai penyihir. Dia juga bingung bagaimana nasibnya besok di
sekolah.
***
Keesok
an harinya saat lita sedang sarapan. Mamanya menangkap sikap aneh dari putrinya
itu. Tidak seperti biasanya Lita menjadi pendiam dan murung.
“ kamu kenapa sayang?”
tanya mamanya
“ aku gak kenapa-napa
kok ma” bohongnya
“ jangan bohong” mama
“beneran ma, aku gak
bohong” jawab Lita
Karena takut mamanya tahu kalau Lita berbohong dia
cepat-cepat berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah stelah memarkirkan mobil
sportnya tidak sengaja Lita berpapasan dengan Al yang juga memarkirkan
mobilnya. Lita langsung menarik Al ke tempat yang sepi.
“ maksud loe tadi malam
apa Al?” tanya Lita
“ yang mana?” jawab Al
“ zauber, maksudnya apa
loe ngomong gitu ke gue” jelasnya
“ oh..itu, gue gak
maksud apa-apa kok” jawabnya cuek sambil meninggalkan Lita begitu saja
Kali ini Lita benar-benar kesal kesal kepada Al. Tetapi
di lain sisi dia juga sangat penasaran kepada Al. Namun setelah dipikir-pikir
apa untungnya Al mengetahui kalau dirinya seorang penyihir? Kalaupun Al bilang
kepada semua orang pastilah tidak ada yang percaya. Karena Lita tidak pernah
menampakkan sedikitpun kekuatan sihirnya di depan siapapun kecuali orang
tuanya.
***
Selama
pelajaran berlangsung Al terus memperhatikan Lita. Bukannya Lita tidak tau tapi
Lita tidak ingin menegur Al. Kejadian kemarin sudah cukup membuat Lita takut.
Juga tingkah Al yang sangat misterius menjadikan Lita tak acuh kepada Al.
Semakin dia menanggapi Al maka semakin
dia penasaran juga.
Teng.. Teng... Teng...
Mendengar
bel istirahat semua murid berhamburan keluar kelas kecuali Lita. Dia lebih
memilih membaca novel di dalam kelas.
“ Lita, kamu nggak ke
kantin?” tanya Jessy
“ enggak, aku males
jes” jawabnya dengan senyum
“yaudah.. aku ke kantin
dulu yaa” ucap Jessy seraya keluar kelas
Beberapa saat setelah Jessy keluar kelas Al masuk datang
dan langsung duduk di samping Lita. Tak ada percakapan diantara mereka karena
memang tidak ada yang ingin bicara. Tapi entah mengapa dan entah ada apa
tiba-tiba Al memulai pembicaraan.
“ jadi bener kan kalau
loe itu der zauber” ucap Al
“ maksud loe apa siih
dari kemarin ngomong gitu terus” jawab Lita dengan kesal
“ gue gak bermaksud,
Cuma mastiin aja” ujar Al
“ udah lah, gue males
ngomong sama orang aneh kayak loe” ucap Lita lalu pergi
***
“ jadi mama harus pergi
sekarang?” tanya Lita
“iya sayang, papa kamu
sakit sekarang” jawab mamanya
“ kenapa gk pake sihir
aja sih ma, biar cepet sampai ke Prancis” saran Lita
“ aduh sayang, kita gak
boleh asal pakai sihir. Tempat papa kamu itu jauh kalau mama nggak bisa nyampe
ke Prancis bisa-bisa nyasar ke dunia penyihir” jelas mama Lita
“ kamu baik-baik di
rumah ya sayang” sambung mama Lita
“iya ma, mama juga
hati-hati ya” ucapnya sambil mengantar mamanya ke airport
Sedikit cuplikan percakapan antara Lita dan mamanya. Yaa
mamanya Lita pergi ke Prancis untuk mengurusi papanya yang sedang sakit.
Sebenarnya Lita ingin ikut menjenguk papanya. Tapi karena ia harus sekolah dan
jarak antara Indonesia dan Prancis tidaklah dekat mamanya melarangnya untuk
ikut. Pasti kalian bertanya-tanya mengapa tidak memakai sihir? Jika memakai
sihir, resikonya sangat besar untuk jarak yang amat jauh ke tempat yang ingin
dituju.
***
Karena merasa sepi di rumah Lita memutuskan untuk menyalurkan
hobby nya untuk fotografi di taman belakang rumahnya. Dia memotret kupu-kupu,
bunga, dan tanaman lain yang ada di taman itu. Dia mengalihkan lensa kameranya
ke beberapa tempat.
Setelah puas memotret Lita memindahkan semua foto yang
ada di kamera ke laptopnya. Lita mengamati setiap foto yang dia ambil tapi,
betapa terkejutnya Lita mendapati satu foto yang menangkap sesosok cowok yang
sedang berdiri di dekat gazebo. Setelah benar-benar diamati sesosok itu amat
sangat mirip dengan Al.
Hah...Al?? kenapa
bisa disini?? Dia masuk lewat mana?? Terus dia keluar juga lewat mana?? Kenapa
aku gak tau sama sekali kalau dia ada di dekat gazebo??
To be continued......
Terimakasih buat yang
udah baca :D
Maaf yaa ngaret banget
ini, pendek pula :/ soalnya buntu mau ngetik apa :)
Maaf juga kalau typo karena saya hanya manusia biasa
ohh iya, ini ilustrasinya Al sama Lita

Sip!
BalasHapus