Rabu, 19 Maret 2014

DER ZAUBER 2


DER ZAUBER 2
(si penyihir)

Setelah menunggu beberapa menit si penelpon misterius itu akhirnya datang juga. Alangkah terkejutnya Lita mengetahui siapa yang datang itu ternyata.........


“ Al?”  kejut Lita
“ ya, gue” jawabnya dingin
“ ternyata loe, yang telpon gue” ucap Lita tak percaya
“ iya” jawab Al singkat
“ loe dapat nomer gue dari mana?” heran Lita
“ dapetin nomer loe itu mudah banget buat gue” ucapnya
“ oke, to the point aja, loe mau ngapain nyuruh gue kesini?” jawab Lita
“ loe tadi kesini naik apa?” tanya Al mengalihkan perhatian
“ ehmm, gue naik taksi” jawabnya gugup
“ kok gue gak tau loe turun dari taksi, padahal gue di depan sana” curiga Al
“ loe tadi pas merem kali, gue segede gini kok gak tau” sahut Lita
“ oh iya, terimakasih tadi siang udah nyelamatin gue” Lanjut Lita
“ santai aja”  jawabnya singkat
“ udah? Gitu doank? Yaudah gue pulang aja deh” kesal Lita
“ yaudah pulang aja, lagian ini juga udah malam. Gak baik buat zauber” ucap Al dengan nada santai dan cueknya

          Degg.......Lita sangat kaget sekali mendengar jawaban Al. Dia menatap sebentar Al dengan  langsung memutuskan untuk langsung pulang.

            Sesampainya di rumah Lita langsung merenungkan perkataan Al. Dia terus mengingat perkataan Al yaudah pulang aja, lagian ini juga udah malam. Gak baik buat zauber.
“ Zauber? Zauber kan artinya penyihir” gumamnya sendiri

Jangan-jangan Al tau kalau gue seorang penyihir ucapnya dalam hati. Malam itu Lita sulit untuk tidur karena memikirkannya. Lita takut kalau Al membongkar identitasnya sebagai penyihir. Dia juga bingung bagaimana nasibnya besok di sekolah.
***

                Keesok an harinya saat lita sedang sarapan. Mamanya menangkap sikap aneh dari putrinya itu. Tidak seperti biasanya Lita menjadi pendiam dan murung.

“ kamu kenapa sayang?” tanya mamanya
“ aku gak kenapa-napa kok ma” bohongnya
“ jangan bohong” mama
“beneran ma, aku gak bohong” jawab Lita

            Karena takut mamanya tahu kalau Lita berbohong dia cepat-cepat berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah stelah memarkirkan mobil sportnya tidak sengaja Lita berpapasan dengan Al yang juga memarkirkan mobilnya. Lita langsung menarik Al ke tempat yang sepi.

“ maksud loe tadi malam apa Al?” tanya Lita
“ yang mana?” jawab Al
“ zauber, maksudnya apa loe ngomong gitu ke gue” jelasnya
“ oh..itu, gue gak maksud apa-apa kok” jawabnya cuek sambil meninggalkan Lita begitu saja

            Kali ini Lita benar-benar kesal kesal kepada Al. Tetapi di lain sisi dia juga sangat penasaran kepada Al. Namun setelah dipikir-pikir apa untungnya Al mengetahui kalau dirinya seorang penyihir? Kalaupun Al bilang kepada semua orang pastilah tidak ada yang percaya. Karena Lita tidak pernah menampakkan sedikitpun kekuatan sihirnya di depan siapapun kecuali orang tuanya.
***
                Selama pelajaran berlangsung Al terus memperhatikan Lita. Bukannya Lita tidak tau tapi Lita tidak ingin menegur Al. Kejadian kemarin sudah cukup membuat Lita takut. Juga tingkah Al yang sangat misterius menjadikan Lita tak acuh kepada Al. Semakin dia menanggapi Al maka semakin  dia penasaran juga.

Teng.. Teng... Teng...
         
Mendengar bel istirahat semua murid berhamburan keluar kelas kecuali Lita. Dia lebih memilih membaca novel di dalam kelas.

“ Lita, kamu nggak ke kantin?” tanya Jessy
“ enggak, aku males jes” jawabnya dengan senyum
“yaudah.. aku ke kantin dulu yaa” ucap Jessy seraya keluar kelas

            Beberapa saat setelah Jessy keluar kelas Al masuk datang dan langsung duduk di samping Lita. Tak ada percakapan diantara mereka karena memang tidak ada yang ingin bicara. Tapi entah mengapa dan entah ada apa tiba-tiba Al memulai pembicaraan.

“ jadi bener kan kalau loe itu der zauber” ucap Al
“ maksud loe apa siih dari kemarin ngomong gitu terus” jawab Lita dengan kesal
“ gue gak bermaksud, Cuma mastiin aja” ujar Al
“ udah lah, gue males ngomong sama orang aneh kayak loe” ucap Lita lalu pergi
***

“ jadi mama harus pergi sekarang?” tanya Lita
“iya sayang, papa kamu sakit sekarang” jawab mamanya
“ kenapa gk pake sihir aja sih ma, biar cepet sampai ke Prancis” saran Lita
“ aduh sayang, kita gak boleh asal pakai sihir. Tempat papa kamu itu jauh kalau mama nggak bisa nyampe ke Prancis bisa-bisa nyasar ke dunia penyihir” jelas mama Lita
“ kamu baik-baik di rumah ya sayang” sambung mama Lita
“iya ma, mama juga hati-hati ya” ucapnya sambil mengantar mamanya ke airport

            Sedikit cuplikan percakapan antara Lita dan mamanya. Yaa mamanya Lita pergi ke Prancis untuk mengurusi papanya yang sedang sakit. Sebenarnya Lita ingin ikut menjenguk papanya. Tapi karena ia harus sekolah dan jarak antara Indonesia dan Prancis tidaklah dekat mamanya melarangnya untuk ikut. Pasti kalian bertanya-tanya mengapa tidak memakai sihir? Jika memakai sihir, resikonya sangat besar untuk jarak yang amat jauh ke tempat yang ingin dituju.

***

            Karena merasa sepi di rumah Lita memutuskan untuk menyalurkan hobby nya untuk fotografi di taman belakang rumahnya. Dia memotret kupu-kupu, bunga, dan tanaman lain yang ada di taman itu. Dia mengalihkan lensa kameranya ke beberapa tempat.

            Setelah puas memotret Lita memindahkan semua foto yang ada di kamera ke laptopnya. Lita mengamati setiap foto yang dia ambil tapi, betapa terkejutnya Lita mendapati satu foto yang menangkap sesosok cowok yang sedang berdiri di dekat gazebo. Setelah benar-benar diamati sesosok itu amat sangat mirip dengan Al.

            Hah...Al?? kenapa bisa disini?? Dia masuk lewat mana?? Terus dia keluar juga lewat mana?? Kenapa aku gak tau sama sekali kalau dia ada di dekat gazebo??


To be continued......

Terimakasih buat yang udah baca :D
Maaf yaa ngaret banget ini, pendek pula :/ soalnya buntu mau ngetik apa :)
Maaf juga kalau typo  karena saya hanya manusia biasa 

ohh iya, ini ilustrasinya Al sama Lita 


Rabu, 12 Maret 2014

Der Zauber


DER ZAUBER
(si penyihir)

            Seorang gadis tampak asik membaca buku sambil berjalan menuju ke kelasnya. Ia memang sangat senang sekali membaca. Bukan buku pelajaran yang ia suka. Melainkan ia sangat suka novel. Sekarang gadis itu telah menjadi siswi di SMA terkemuka di kotanya.

            Gadis itu bernama Litania Febbyana. Gadis yang berusia 16 tahun itu bukanlah gadis biasa. Ia adalah seorang penyihir. Namun tiada yang tahu bahwa ia adalah seorang penyihir, kecuali ibu dan ayahnya. Ia sangat tertutup pada semua orang karena ia takut jika terlalu dekat kepada seseorang dan terbongkar identitasnya. Tamat sudah riwayatnya jika ia di ketahui publik.

Oke, kita kembali ke ceritanya yang tadi :D

Karena tidak memperhatikan jalannya BRUK......
“aduh, kalau jalan hati-hati donk!!!” umpatnya kepada seorang cowok yang menabraknya. Tanpa membalas perkataan Lita cowok itu pergi begitu saja tanpa sepatah kata.

***
            Sesampainya di kelas X IPA2 Lita mencari tempat duduk yang masih kosong. Setelah menemukan tempat duduk yang kosong ia segera menduduki tempat itu.

“haii, nama kamu siapa?” sapa gadis yang seumuran dengannya
“Litania Febbyana, pangggil aja Lita. Kamu?” jawabnya sambil tersenyum
“kenalin aku Jessy Pricillia” jawabnya memperkenalkan diri
“kamu suka baca novel ya?” tanya Jessy saat melihat Lita mengeluarkan novelnya
“iya nih..daripada nggak ada kerjaan’’ jawabnya

            Aduh.. Lita kamu harus jaga jarak sama siapapun, jangan sampai rahasiamu terbongkar ucapnya dalam hati.

Teng...Teng...Teng...(anggap saja suara bel)
            Suara bel tanda masuk sudah nyaring terdengar. Siswa-siswi yang berada di luar segera masuk kedalam kelas. Tidak disangka ternyata teman sebangku Lita adalah cowok yang ia tabrak tadi.

“loe yang nabrak gue tadi kan?” tanya Lita kesal. Cowok itu malah mengeluarkan ipodnya tanpa menjawab pertanyaan Lita.
“nyebelin banget sih” gerutu Lita

            Beberapa saat kemudian guru matapelajaran biologi masuk kelas. Namun sebelum memulai pelajaran tak lupa dengan semboyan yang telah melekat di Indonesia “tak kenal maka tak sayang” semua murid memperkenalkan dirinya satu-satu secara bergantian. Dari perkenalan itulah Lita tau bahwa cowok yang sebangkunya itu bernama Al Ghazali.

***
            Selama pelajaran berlangsung dan tanpa di ketahui oleh Lita, ternyata Al diam-diam memperhatikan wajah Lita. Tapi ternyata lama-lama kegiatan Al itu di ketahui oleh Lita.
“ngapain sih loe liatin gue mulu?” sungut Lita
“siapa juga yang liatin loe, GR loe” ucap Al meremehkan
“oh...bisa ngomong juga ya” cibir Lita
“loe kira gue bisu?” kata Al dengan nada emosi

            Karena merasa takut dengan jawaban Al yang menjawab menggunakan nada emosi Lita memilih mengabaikan Al dan fokus kepada pelajaran biologi.
***

Setelah bel pulang berbunyi Lita segera bergegas untuk pulang. Namun mobil yang menjemputnya tak kunjung datang. Sebenarnya ia ingin memakai sihirnya untuk menghilang, tapi apalah daya jika ia berada di tempat yang ramai seperti ini sama saja dengan bunuh diri.


            Tiba-tiba ada mobil jeep yang berhenti didepan Lita dan dua orang laki-laki bertubuh kekar keluar dari mobil itu. Dua orang itu menarik tubuh Lita, tapi hal itu diketahui oleh Al. Dengan cepat dan berani ia berkelahi dengan dua orang laki-laki itu.


“makasih” ucap Lita, saat ia menoleh kepada Al. Tapi ternyata Al sudah pergi dengan mobil sportnya.
“ihh sombong banget sih jadi orang” gerutunya


****
            Sesampainya di rumah Lita menyeritakan semua kejadian dari mulai tentang Al, sampai kejadian yang baru ia alami.

“ma, hari ini aku sial banget” curhatnya dengan nada manja
“sial kenapa sayang?” jawab mamanya
“masa aku duduk sama cowok sih, sikapnya aneh lagi” ucapnya
“aneh gimana” mama
“masa setiap aku tanya dia gak pernah jawab. Trus waktu pelajaran dia liatin aku terus, waktu aku tanya dia malah marah, trus lagi ya ma, masa tadi aku hampir aja diculik orang. Dia juga lo ma yang nolongin aku. Anehkan ma?” cerocos Lita panjang kali lebar
“astaga..kamu mau diculik? Tapi kamu gapapa kan sayang” jawab mama dengan nada kaget
“enggak mama.. buktinya aku sampe dirumah dengan selamat tapi tadi waktu aku mau ngucapin terimakasih eehh dia udah pergi” Lita
“mungkin dia malu sama kamu” jawab mama
“mungkin, aku mau istirahat dulu ma” Lita sambil berjalan ke kamar

***
Easy come, easy go
That's just how you live, oh
Take, take, take it all,
But you never give
Should of  known you was trouble from the first kiss, Had your eyes wide open -
Why were they open?
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did
To give me all your love is all I ever asked, Cause what you don't understand is
I’d catch a grenade for ya (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah , yeah)
You know I'd do anything for ya (yeah, yeah, yeah)

            Lagu dari Bruno Mars yang menjadi ringtone smartphone itu sukses membangunkan Lita yang sedang tertidur dikamarnya.

“hallo” Lita
“,,,,,” tidak ada jawaban
“ini siapa ya?” Lita
‘,,,,,” tetap tidak ada jawaban

            Karena kesal Lita mematikan sambungan telepon itu. Dia melanjutkan lagi tidurnya yang terganggu. Tapi ternyata si penelpon misterius itu kembali menelponnya.

“ ini siapa sih?” tanya Lita
“ kalau pengen tau siapa gue, dateng aja ke taman kota jam 7 malam nanti” jawab si penelpon misterius dan mematikan sambungan telponnya

Siapa sih, sok misterius banget. Datang nggak ya? Kalau nggak datang penasaran, kalau datang ngapain juga disana. Gumam Lita dalam hati

***

            Jam demi jam berlalu dan sekarang sudah menunjukkan pukul 18.30 itu artinya setengah  jam lagi kalau Lita ingin bertemu si penelpon misterius itu dia harus bersia-siap. Karena baru ingat akan hal itu, Lita segera memakai sihirnya untuk bersiap-siap.

“Acrabadabra”
Secepat kilat pakaian Lita langsung berubah menjadi pakaian santai untuk jalan-jalan.

“ udah jam segini, mendingan aku pakai sihir ngilang ajadeh”
“Acrabadabra”
            Lita langsung hilang ke tempat tujuan. Sesampainya disana sepertinya tidak ada yang tahu bahwa Lita datang secara tiba-tiba. Smartphone Lita pun berbunyi dan ternyata si penelpon misterius itu yang menghubunginya.


“ gue udah nyampe, loe dimana?” ucap Lita
“ tungguin gue di kursi dekat lampu” jawabnya sambil menutup sambungan telepon

***
            Setelah menunggu beberapa menit si penelpon misterius itu akhirnya datang juga. Alangkah terkejutnya Lita mengetahui siapa yang datang itu ternyata.........


ilustrasi Lita



To be continued......

Senin, 10 Maret 2014

Makalah Agama


MAKALAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

IMAN KEPADA MALAIKAT


Disusun oleh:

1. Emi Ivana Novia              8. Mufidatu Zuhriyana
2. Nina Christiani                        9. Miftahul Jannah
3. Mega Anggraini               10. M. Sandi Arifin
4. Nadya Putri Apriani         11. Afif Hidayat
5. Rohma Dwi Ningtyas        12. Chandra Bagus Tri W.
6. Isna Lutfiatun Nisaq         13. Doni Eka Rieswanda
7. Atris Kurniawati
Kelas: XB

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG
DINAS PENDIDIKAN
UPTD SMA NEGERI 1 NGUNUT
TULUNGAGUNG
2013/2014
KATA PENGANTAR
           

Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas bimbingan dan petunjuk serta kemudahan yang diberikan oleh-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Pendidikan Agama Islam yang berjudul Iman Kepada Malaikat ini dengan baik dan lancar tanpa ada hambatan yang berarti.
            Kami menyusun makalah ini untuk memenuhi tugas dari guru Pendidikan Agama Islam, sekaligus sebagai praktek penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari berbagai sumber tentang keimanan kepada malaikat dan telah sesuai dengan materi yang diajarkan.
            Dengan terselesainya makalah ini, kami tak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini. Semoga bantuan serta bimbingan yang diberikan kepada kami mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT.
            Kami sangat menyadari akan segala kekurangan dalam penulisan makalah ini disebabkan keterbatasan kemampuan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik maupun saran yang bersifat membangun. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pada khususnya, dan bagi pembaca pada umumnya.


Ngunut, 25 Januari 2014


                                                                                                            Penyusun
DAFTAR ISI


Kata Pengantar           .........................................................................................................   2
Daftar Isi         .....................................................................................................................   3
Isi:       .................................................................................................................................
A.    Pengertian Iman Kepada Malaikat           .........................................................   4
B.     Tanda-tanda beriman kepada malaikat     .........................................................   4
C.     Contoh-contoh perilaku beriman kepada malaikat           .................................   6
D.    Penerapan iman pada malaikat dalam sikap dan perilaku .....................   7
Kesimpulan     .....................................................................................................................   9
Penutup           ..................................................................................................................... 10
Daftar Pustaka                        ......................................................................................................... 11


A. PENGERTIAN IMAN KEPADA MALAIKAT
Iman kepada malaikat artinya percaya bahwa malaikat adalah makhluk gaib, yang asal kejadiannya dari nur (cahaya). Mereka memiliki akal dan tidak mempunyai nafsu. Karena itu, mereka senantiasa patuh kepada allah SWT serta tidak pernah mendurkai-Nya.
            Hukum beriman kepada adanya malaikat adalah fardu ’ain. Seorang yang mengaku baragama Islam (Muslim/Muslimah) jika tidak percaya adanya malaikat, dapat dianggap murtad (keluar dari agama Islam). Perintah untuk beriman kepada malaikat terdapat dalam kitab suci Al-Quran, maupun dalam Hadist Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah, 2: 285: yang artinya: “Segala mereka yang beriman, semuanya beriman kepada Allah dan malaikat-Nya.
            Jumlah para malaikat tidak terhingga banyaknya dan hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Dalam Al-Qur’an dinyatakan “Dan tidak ada yang mengetahui tentara (malaikat) Tuhanmu, melainkan Dia sendiri.“ (Q.S. Al Muddassir, 74: 31).


B. TANDA-TANDA BERIMAN KEPADA MALAIKAT
Tanda-tanda beriman kepada malaikat ada yang berupa sikap mental yakni pikiran dan perasaan serta adapula yang berupa sikap lahir yaitu ucapan dan perbuatan.
      Tanda-tanda beriman yang berupa sikap mental itu bersifat abstrak (gaib), tidak dapat diketahui dengan panca indra dan yang mengetahuinya hanyalah individu itu sendiri dan allah SWT, Tuhan yang maha mengetahui segala yang gaib dan yang nyata (syahadah).
      Mengacu kepada ajaran-ajaran allah SWT yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadist, tanda-tanda beriman kepada malaikat yang berupa sikap mental itu seperti :
à   Mempercayai atau meyakini dalam hati bahwa malaikat adalah makhluk gaib yang lebih dulu diciptakan Allah SWT daripada manusia dan yang asal kejadiannya dari nur atau cahaya.
Tempat tinggal tetap para malaikat adalah di langit, dan dalam rangka
melaksanakan perintah Allah SWT, setiap saat mereka turun ke bumi.
à   Mempercayai atau meyakini dalam hati bahwa para malaikat bersifat, seperti bertubuh halus (gaib) tidak dapat dilihat oleh manusia biasa; senantiasa mentaati perintah Allah SWT dan tidak pernah mendurhakai-Nya; tidak berjenis laki-laki maupun wanita; tdak memiliki hawa nafsu dan tidak beranak atau diperanakkan; tidak membutuhkan makanan dan segala apa yang berupa materi; para malaikat tidak akan mengalami kematian sebelum datangnya Hari Kiamat; para malaikat hanya bisa mengerjakan apa yang diperintah Allah SWT, tidak memiliki inisiatif untuk berbuat lain; dan para malaikat itu diciptakan Allah untuk tugas-tugas tertentu.
à   Mempercayai atau meyakini dalam hati bahwa tugas para malaikat itu bermacam-macam, ada yang berkaitan dengan alam rohani dan ada pula yang berhubungan dengan alam dunia, khususnya umat manusia.

Para malaikat yang tugasnya berhubungan dengan alam dunia atau umat manusia, seperti:
1.      Malaikat Jibril, yang bernama Ruhul Amin (ruh yang terpercaya). Ruhul Qudus (ruh yang suci), dan Namus bertugas menyampaikan wahyu (firman atau petunjuk Allah SWT) pada para nabi atau rasul, dari semenjak rasul pertama Nabi Adam AS sampai dengan rasul terakhir Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian tugas Malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada para nabi atau rasul berakhir, setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW sebagai Khatamul Anbiya’i Wal Mursalin (penutup para nabi dan para rasul).
2.      Malaikat Mikail bertugas membagi rezeki kepada seluruh makhluk, seperti: makanan, minuman, dan menurunkan hujan.
3.      Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk hidup, seperti: manusia, hewan, jin, setan, dan juga bangsa malaikat, jika sudah tiba saatnya.
4.      Malaikat Israfil bertugas sebagai peniup sangkakala, jika Hari Kiamat telah tiba saatnya.
5.      Malaikat Raqib bertugas mencatat segala sikap, tutur kata, dan perbuatan manusia yang baik.
6.      Malaikat Atid bertugas mencatat segala sikap, tutur kata, dan perbuatan manusia yang jahat.
7.      Malaikat Munkar bertugas memberikan pertanyaan-pertanyaan pada setiap manusia yang hidup di alam kubur.
8.      Malaikat Nakir bertugas sama dengan Malaikat Munkar.
9.      Malaikat Malik bertugas sebagai penjaga neraka.
10.  Malaikat Ridwan bertugas sebagai penjaga surga.
à   Tanda lainnya dari beriman kepada malaikat yang berupa sikap mental ialah mempercayai dan menyadari bahwa orang-orang beriman dan beramal saleh itu kedudukannya lebih tinggi daripada para malaikat. Hal ini disebabkan antara lain karena ilmu manusia lebih tinggi daripada malaikat. Ini terbukti tatkala Allah SWT menyuruh malaikat untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang benda-benda tertentu, ternyata malaikat tidak dapat menjawabnya, tetapi apabila suruhan itu ditujukan kepada Adam AS (manusia), ternyata Adam AS dapat menjawabnya dengan benar dan tepat. Selain itu Allah SWT menyuruh malaikat untuk memberi hormat kepada Adam AS.
Mengenai tanda-tanda beriman kepada malaikat yang berupa sikap lahir,
yaitu ucapan dan perbuatan, antara lain:
à   Pernyataan lisan, bahwa ia percaya kepada adanya para malaikat dan sifat-sifatnya sesuai dengan penjelasan Al-Quran dan Hadist.
à   Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang mencerminkan beriman kepada malaikat. Secara umum dapat dikatakan bahwa orang-orang yang beriman kepada malaikat akan senantiasa bertakwa, yakni melaksanakan perintah Allah SWT dan meninggalkan segala larangan-Nya.


C. CONTOH-CONTOH PERILAKU BERIMAN KEPADA MALAIKAT
Muslim/Muslimah yang memiliki tanda-tanda beriman kepada malaikat, yang sudah dikemukakan di atas, tentu akan pula beriman kepada rukun iman lainnya.
Mengenai perilaku orang yang beriman kepada keberadaan rukun iman itu telah banyak dijelaskan oleh Al-Quran dan Hadits, misalnya:
·         Selalu berkata yang baik-baik saja dan kalau tidak bisa lebih baik diam.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya “Barangsiapa beriman kepada Allah (termasuk beriman kepada malaikat) dan Hari Akhir, maka hendaklah berkata yang baik-baik saja atau diam.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
·         Perilakunya senantiasa termasuk akhlak mulia yang mendatangkan manfaat bagi pelakunya dan orang lain.
·         Perilaku orang beriman dengan orang beriman lainnya akan saling membantu dan saling menguatkan dalam hal-hal positif yang diridhai Allah SWT.
Rasulullah bersabda:

Artinya: “Orang beriman terhadap orang beriman lainnya, seperti sebuah bangunan yang antara bagian yang satu dan bagian lainnya saling menguatkan.” (H.R. Muslim)
·         Perilaku orang beriman itu kalau berada pada situasi yang menyenangkan (memperoleh nikmat) ia akan bersyukur, yakni berterimakasih pada Allah SWT dengan cara memelihara dan meningkatkan taqwa. Sedangkan kalau berada pada situasi yang menyusahkan (mendapat musibah) ia akan bersabar yaitu tidak akan gelisah dan keluh kesah dan tetap bertaqwa kepada Allah Azza Wajalla.
·         Selain itu seseorang yang beriman kepada malaikat akan memuliakan malaikat dan merasa malu kalau berbuat dosa, karena ia yakin perbuatan dosanya selalu disaksikan oleh malaikat.

D. PENERAPAN IMAN PADA MALAIKAT DALAM SIKAP DAN PERILAKU
            Telah dikemukakan di atas tentang beberapa contoh sikap perilaku orang beriman kepada malaikat. Sudah tentu beberapa contoh sikap perilaku tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap Muslim/Muslimah.
            Berikut ini akan dijelaskan beberapa sikap perilaku orang beriman kepada malaikat, yang seharusnya diamalkan oleh setiap Muslim dan Muslimah.
Sikap perilaku tersebut, misalnya:
1.      Gemar melaksanakan shalat berjamaah. Hal ini disebabkan karena adanya keyakinan, bahwa para malaikat selalu menghadiri shalat berjamaah. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Jikalau imam mengucapkan ‘gairil magdubi ‘alaihimnwaladddallin’, maka ucapkanlah ‘Amin’, karena sesungguhnya para malaikat itu pun mengucapkan amin bersamaan dengan ucapan aminnya imam. Maka barangsiapa yang bacaan aminnya bersamaan dengan bacaan aminnya para malaikat, tentu akan diampuni segala dosanya yang telah lalu.” (H.R. Ahmad, Abu Dawud, dan Nasa’i)
2.      Gemar berperilaku dermawan, yakni membelanjakan hartanya untuk kebaikan, seperti menyantuni anak-anak yatim, terlantar, dan memberi bantuan harta kepada pada fakir miskin. Hal ini disebabkan antara lain adanya keyakinan bahwa malaikat selalu mendoakan orang yang berperilaku dermawan, agar hartanya yang dibelanjakan di jalan Allah SWT itu menjadi berkah. Rasulullah SAW bersabda: yang artinya: “Pada setiap pagi para hamba Allah (manusia) pasti disertai dua malaikat yang berdoa. Yang satu berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kerusakan kepada orang yang enggan membelanjakan hartanya untuk bersedekah (kikir)’, sedangkan malaikat lainnya bardoa, ‘Ya Allah, berikanlah penggantian terhadap orang yang gemar membelanjakan hartanya untuk kebaikan (dermawan).” (H.R. Muslim)
3.      Gemar berperilaku menuntut ilmu, baik ilmu pengetahuan umum, maupun ilmu pengetahuan tentang Islam. Kemudian mengajarkannya kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Sesungguhnya para malaikat itu akan meletakkan sayap-sayapnya terhadap penuntut ilmu, karena menyenangi apa yang dilakukannya (mencari ilmu).” (H.R. Abu Daud dan Turmuzi)
4.      Berperilaku gemar membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah qauliyah (ibadah yang berupa ucapan) yang paling utama dibandingkan dengan ibadah-ibadah qauliyah lainnya. Tatkala Al-Qur’an dibacakan, malaikat akan hadir dan mendengarkan.


KESIMPULAN

            Berdasarkan penjelasan atau uraian yang telah dituliskan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1.      Malaikat adalah makhluk gaib yang asal kejadiannya dari nur (cahaya) yang memiliki akal tetapi tidak mempunyai  nafsu.
2.      Hukum beriman kepada malaikat adalah fardhu ‘ain. Seorang yang mengaku beragama Islam tetapi tidak percaya kepada adanya malaikat, dapat dianggap murtad.
3.      Jumlah malaikat tidak terhingga dan hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Tetapi yang wajib diketahui ada sepuluh malaikat, nama berikut tugasnya masing-masing.
4.      Tanda-tanda beriman kepada malaikat ada yang berupa sikap mental, yakni pikiran dan perasaan, serta adapula yang berupa sikap lahir yaitu ucapan dan perbuatan.
5.      Orang-orang yang beriman dan beramal saleh berkedudukan lebih tinggi daripada malaikat karena ilmu manusia lebih tinggi daripada malaikat.
6.      Orang-orang yang beriman kepada malaikat, tentu akan pula beriman kepada rukun iman lainnya, senantiasa bertakwa kepada Allah SWT, dan melakukan hal-hal positif yang diridhai oleh Allah SWT.


PENUTUP
           
Dengan terselesainya makalah ini, kami sangat berharap semoga baik kami sendiri maupun semua pembaca agar dapat mengambil manfaat dari apa yang telah kami sampaikan, diantaranya dapat memperbanyak ilmu pengetahuan tentang Iman Kepada Malaikat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita mampu memperbaiki sikap dan perilaku menjadi yang lebih baik dan dapat menjadi manusia yang selalu mendapat ridha Allah SWT dimana saja kita berada, Amin.


DAFTAR PUSTAKA

Syamsuri, H, Dr. 2007. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga.
Departemen Agama. 1994. Al-Qur’an dan terjemahnya. Jakarta: Intermassa.
MGMP PAI Kabupaten Tulungagung. 2014. LKS Pendidikan Agama Islam SMA kelas XB. Tulungagung: -